Cerita inspirasi

“KISAH TIGA PEMUDA” ~Dikala senja itu~

“Tuhan aku berharap padamu”

“CERITA INI HANYA SEBATAS PENGANTAR SALAMKU PADAMU DALAM MEMPERINGATI HARI INJIL MASUK DI PAPUA.”

CERITA INI JUGA TIDAK MENGGAMBARKAN BAGIMANA MASUKNYA INJIL DI TANA PAPUA TAPI HANYA CARA KITA UNTUK MENDALAMI IMAN PADA TUHAN

Selamat membaca:…!!

Suatu hari, tiga orang pemudah memutuskan beristirahat sejenak. Setelah usai kerja kebun di dusun itu. mereka sepakat bhawa cara terbaik adalah mendayung sebuah perahu ke tengah danau dan menikmati the di sore hari…

Mereka menyewa sebuah perahu dan mendayung ke tengah danau yang tenang. Selagi duduk menikmati teh, mereka menyadari lupa membawa teko. Mereka saling bertatapan satu sama lain dengan heran.

” tidak masalah, aku akan mengambil teko ,” ujar kata pemuda pertama. Ia berdiri keluar dari perahu dan mulai berjalan diatas air danau dan kembali ke tepi danau. Setelah membeli sebuah teko dari dusun terdekat, ia berjalan diatas danau dan kembali ke perahu. Ke tiga pemuda itu siap menikmati teh disore itu sambil menikmati indah-nya senja di kala itu…

Ketika merebus air, mereka lupa membeli daun teh. Mereka tertawa sembari melihat satu sama lain seolah-olah bertanya, siapa yang akan mengambil daun teh?

“serahkan tugas itu padaku,” ujar pemuda yang kedua itu & menawarkan diri. seraya berdiri. Ia keluar dari perahu dan berjalan di atas air. Setelah membeli beberapa daun teh, ia kembali ke perahu dengan berjalan diatas permukaan air danau.

Setelah pemuda tiga itu mencium bau manis teh dan ketika itu, kenikmatan teh di sore hari itu akan menyenangkan & memberikan wansa yang tersendiri jika ada beberapa makanan kecil.

“Baiklah. Karena kalian berdua telah mengambil teko dan daun teh, tidak ada pilihan lain, sekarang giliran saya mengambil makanan kecil (roti )” kata pemuda yang ketiga; menawarkan diri dengan enggan. pemuda pertama dan kedua mengarakan pandangan kepadanya.

Ia berdiri seperti kedua temannya dan keluar dari perahu, tiba-tiba…byurrr!! Ia tenggelam dan berusaha mengapungkan tubuhnya. Melihatnya sedang tenggelam, Perlahan iapun semakin tertenggelam. Lalu Kedua pemuda itu melompat keluar dari perahu untuk menyelamatkannya dan berhasil tertolong. Akhirnya ia menaikan ke perahu lalu tiga pemuda itu mengeringkan dirinya dengan handuk.

Setelah itu; ke tiga pemuda itu mengeringkan dirinya dengan sebuah handuk. Ia bertanya dengan malu-malu, ” bagaimana kalian bisa berjalan diatas air?”

Kedua pemuda ini saling bertatapan satu sama lain, dan kemudian menjawab, “kami tahu dimana batu-batu itu berada .” Sehingga kami letakan kaki diatas batu tersebut….

Lalu pemuda yang ke tiga itu menata & mengerti lalu ia enggang berkata; syukur bagimu Tuhan. Engkao adalah jalan yang kekal abadi, berilah hikma pada hambamu agar ku ketahui dimana letak batu2 kehidupan…

Hidup adalah kesempatan ” seperti lagunya Arnol’ ap Legendaris musisi Papua….” Bila kita sia-siakan hidup ini maka kita tenggelam, tiada jalan yang kekal bagimu.

Selagi kita masi Hidup dan bersyara di muka bumi ini! mari kita Siapkan batu2 kehidupan agar dirimu bisa berjalan ke jln yang kekal abadi, kasihilah sesamamu, menyayangi kedua orangtuamu & hargai dirinya. Jangan membeda-bedakan diantara kita. semua adalah ciptaan Tuhan menurut segambar dan serupanya…

Sekian….semoga bermanfaat🙏🙏

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: