Tentang Indha-mu

Coretan kecilku
Oleh; Lantap L,a


              ——————————–

keindahanmu menyimpan sejuta lara di ufuk pundakmu, kao menyinar bagaikan bintang yang bercemerlang dimalam hari. memberi harapan dan impian yang pasti bhawa setelah gelapnya malam akan adah mentari pagi yang indah….

Dirimu kukagumi dan ku banggakan, kao sangatlah begitu misterius. hingga kao mengenang sejuta permata berlian dan nilam
kini gunung dan lembah mendiami sungai dan laut berdesak-desak, burung-burung beriang dan berkicauan. akupun bertedu dibawa naungan Indhamu…..

Duhay Papuaku…
Riang perkasamu sering kusebut namamu
wahay Papuaku
kao bagaikan surga kecil yang hadir ditengah-tengah kepulauan itu. kao hening dan terpojok, perlahan menyamping, mendekat, dan terpadu, di negeri guinea…..

Aku tak tahu ;
Mengapa dirimu menyamping di Negeri Guinea……?
Aku tahu….!
Dirimu adalah pulau terbesar kedua setelah Greenland di dunia. yang terletak di utara australi.
tetapi mengapaka kao masi saja bersenyap di tepi Negeri Itu….?

Entalah…

ditimur pangkuannya kao berjaya, kao menyelimuti paneroma yang sungguh mentakyupkan, disetiap tawaan Indhamu kao mempelai pelangi yang warna-warni hingga memberinya suku bangsah dan budaya yang beragamhias, kini sangat mendasyat dan berarti bagiku dan hidupku.
kao laksana rembulan yang menyinari malamku. hingga ku dibesarkan di negeriku Papua bersamaya…..

ooh Tuhan Terimakasi atas Tana Papua yang kao berikan, tana yang kaya, tanah yang penuh susu dan madu
kini ku syukuri, betapa indhanya dan betapa bangganya bersiara dinegeri ini. sudilah aku berjanji;
aku akan menjaganya hingga diakhir hayat hidupku…..
meski semua itu bagai ilusi yang tercemerlang di angan senja itu
biarlah ku tangku semuanyaa……

thanks my god

holandia 23 juni 2021

Sedihku di negeri cenderawasi

Episode 01


Engkao dingin semacam wamena tapi dirimu tetap indah macam senja di kaimana, Karena ko itu emas 🏆timika
Ko berharga macam wanita jayapura.
Tenang macam danau Sentani
Tpi ko keras macam karang biak
manis macam jeruk Nabire

Ko itu bunga pala Kota Fakfak
Yg kembang macam kota serui
Walau kadang sa suka sedih lihat ko jatuh dari air mata nduga

Sa pu jiwa ingin skli bajingan kaya kota sorong
Tapi sa takut dengan Manokwari… Sa takut akan Tuhan di pulau Mansinam
Tapi sa juga takut ko tenggelam… Sa tidak mau lihat papua pu sayap, sayap alam yang patah berulang kali karena tingkahmu. Izinkanlah dan biarkanlah saya melihat cendrawasih itu hidup dan terbang Tinggi dari langit sorong sampe ke merauke.

Papua ku😇
Papua mu😇
We are Papua☺️

Salam hormat #L4.

CERITA INPIRASI

“KISAH TIGA PEMUDA”                  ~Dikala senja itu~

“Tuhan aku berharap padamu”


“CERITA INI HANYA SEBATAS PENGANTAR SALAMKU PADAMU DALAM MEMPERINGATI HARI INJIL MASUK DI TANA PAPUA.”

CERITA INI JUGA TIDAK MENGGAMBARKAN BAGIMANA MASUKNYA INJIL DI TANA PAPUA TAPI HANYA CARA KITA UNTUK MENDALAMI IMAN PADA TUHAN

Selamat membaca:…!!

Suatu hari, tiga orang pemudah memutuskan beristirahat sejenak. Setelah usai kerja kebun di dusun itu. mereka sepakat bhawa cara terbaik adalah mendayung sebuah perahu ke tengah danau dan menikmati the di sore hari…

Mereka menyewa sebuah perahu dan mendayung ke tengah danau yang tenang. Selagi duduk menikmati teh, mereka menyadari lupa membawa teko. Mereka saling bertatapan satu sama lain dengan heran.

” tidak masalah, aku akan mengambil teko ,” ujar kata pemuda pertama. Ia berdiri keluar dari perahu dan mulai berjalan diatas air danau dan kembali ke tepi danau. Setelah membeli sebuah teko dari dusun terdekat, ia berjalan diatas danau dan kembali ke perahu. Ke tiga pemuda itu siap menikmati teh disore itu sambil menikmati indah-nya senja di kala itu…

Ketika merebus air, mereka lupa membeli daun teh. Mereka tertawa sembari melihat satu sama lain seolah-olah bertanya, siapa yang akan mengambil daun teh?

“serahkan tugas itu padaku,” ujar pemuda yang kedua itu & menawarkan diri. seraya berdiri. Ia keluar dari perahu dan berjalan di atas air. Setelah membeli beberapa daun teh, ia kembali ke perahu dengan berjalan diatas permukaan air danau.

Setelah pemuda tiga itu mencium bau manis teh dan ketika itu, kenikmatan teh di sore hari itu akan menyenangkan & memberikan wansa yang tersendiri jika ada beberapa makanan kecil.

“Baiklah. Karena kalian berdua telah mengambil teko dan daun teh, tidak ada pilihan lain, sekarang giliran saya mengambil makanan kecil (roti )” kata pemuda yang ketiga; menawarkan diri dengan enggan. pemuda pertama dan kedua mengarakan pandangan kepadanya.

Ia berdiri seperti kedua temannya dan keluar dari perahu, tiba-tiba…byurrr!! Ia tenggelam dan berusaha mengapungkan tubuhnya. Melihatnya sedang tenggelam, Perlahan iapun semakin tertenggelam. Lalu Kedua pemuda itu melompat keluar dari perahu untuk menyelamatkannya dan berhasil tertolong. Akhirnya ia menaikan ke perahu lalu tiga pemuda itu mengeringkan dirinya dengan handuk.

Setelah itu; ke tiga pemuda itu mengeringkan dirinya dengan sebuah handuk. Ia bertanya dengan malu-malu, ” bagaimana kalian bisa berjalan diatas air?”

Kedua pemuda ini saling bertatapan satu sama lain, dan kemudian menjawab, “kami tahu dimana batu-batu itu berada .” Sehingga kami letakan kaki diatas batu tersebut….

Lalu pemuda yang ke tiga itu menata & mengerti lalu ia enggang berkata; syukur bagimu Tuhan. Engkao adalah jalan yang kekal abadi, berilah hikma pada hambamu agar ku ketahui dimana letak batu2 kehidupan…

Hidup adalah kesempatan ” seperti lagunya Arnol’ ap Legendaris musisi Papua….” Bila kita sia-siakan hidup ini maka kita tenggelam, tiada jalan yang kekal bagimu.

Selagi kita masi Hidup dan bersyara di muka bumi ini! mari kita Siapkan batu2 kehidupan agar dirimu bisa berjalan ke jln yang kekal abadi, kasihilah sesamamu, menyayangi kedua orangtuamu & hargai dirinya. Jangan membeda-bedakan diantara kita. semua adalah ciptaan Tuhan menurut segambar dan serupanya…

Sekian….semoga bermanfaat🙏🙏

“KISAH TIGA PEMUDA” ~Dikala senja itu~ “CERITA INI HANYA SEBATAS PENGANTAR SALAMKU PADAMU DALAM MEMPERINGATI HARI INJIL MASUK DI TANA PAPUA.” CERITA INI JUGA TIDAK MENGGAMBARKAN BAGIMANA MASUKNYA INJIL DI TANA PAPUA TAPI HANYA CARA KITA UNTUK MENDALAMI IMAN PADA TUHAN Selamat membaca:…!! Suatu hari, tiga orang pemudah memutuskan beristirahat sejenak. Setelah usai kerja kebun di dusun itu. mereka sepakat bhawa cara terbaik adalah mendayung sebuah perahu ke tengah danau dan menikmati the di sore hari… Mereka menyewa sebuah perahu dan mendayung ke tengah danau yang tenang. Selagi duduk menikmati teh, mereka menyadari lupa membawa teko. Mereka saling bertatapan satu sama lain dengan heran. ” tidak masalah, aku akan mengambil teko ,” ujar kata pemuda pertama. Ia berdiri keluar dari perahu dan mulai berjalan diatas air danau dan kembali ke tepi danau. Setelah membeli sebuah teko dari dusun terdekat, ia berjalan diatas danau dan kembali ke perahu. Ke tiga pemuda itu siap menikmati teh disore itu sambil menikmati indah-nya senja di kala itu… Ketika merebus air, mereka lupa membeli daun teh. Mereka tertawa sembari melihat satu sama lain seolah-olah bertanya, siapa yang akan mengambil daun teh? “serahkan tugas itu padaku,” ujar pemuda yang kedua itu & menawarkan diri. seraya berdiri. Ia keluar dari perahu dan berjalan di atas air. Setelah membeli beberapa daun teh, ia kembali ke perahu dengan berjalan diatas permukaan air danau. Setelah pemuda tiga itu mencium bau manis teh dan ketika itu, kenikmatan teh di sore hari itu akan menyenangkan & memberikan wansa yang tersendiri jika ada beberapa makanan kecil. “Baiklah. Karena kalian berdua telah mengambil teko dan daun teh, tidak ada pilihan lain, sekarang giliran saya mengambil makanan kecil (roti )” kata pemuda yang ketiga; menawarkan diri dengan enggan. pemuda pertama dan kedua mengarakan pandangan kepadanya. Ia berdiri seperti kedua temannya dan keluar dari perahu, tiba-tiba…byurrr!! Ia tenggelam dan berusaha mengapungkan tubuhnya. Melihatnya sedang tenggelam, Perlahan iapun semakin tertenggelam. Lalu Kedua pemuda itu melompat keluar dari perahu untuk menyelamatkannya dan berhasil tertolong. Akhirnya ia menaikan ke perahu lalu tiga pemuda itu mengeringkan dirinya dengan handuk. Setelah itu; ke tiga pemuda itu mengeringkan dirinya dengan sebuah handuk. Ia bertanya dengan malu-malu, ” bagaimana kalian bisa berjalan diatas air?” Kedua pemuda ini saling bertatapan satu sama lain, dan kemudian menjawab, “kami tahu dimana batu-batu itu berada .” Sehingga kami letakan kaki diatas batu tersebut…. Lalu pemuda yang ke tiga itu menata & mengerti lalu ia enggang berkata; syukur bagimu Tuhan. Engkao adalah jalan yang kekal abadi, berilah hikma pada hambamu agar ku ketahui dimana letak batu2 kehidupan… Hidup adalah kesempatan ” seperti lagunya Arnol’ ap Legendaris musisi Papua….” Bila kita sia-siakan hidup ini maka kita tenggelam, tiada jalan yang kekal bagimu. Selagi kita masi Hidup dan bersyara di muka bumi ini! mari kita Siapkan batu2 kehidupan agar dirimu bisa berjalan ke jln yang kekal abadi, kasihilah sesamamu, menyayangi kedua orangtuamu & hargai dirinya. Jangan membeda-bedakan diantara kita. semua adalah ciptaan Tuhan menurut segambar dan serupanya… Sekian….semoga bermanfaat🙏🙏

Inisiatif Bus Sekolah

Fokus kami selama kuartal terakhir yaitu bekerja sama dengan kelompok setempat untuk mengembangkan jaringan bus. Kami meyakini pilihan transportasi bagi anak-anak yang tinggal di wilayah pedesaan sangat penting. Berkat para donatur, kami mampu membiayai 50 bus dan 200 mobil yang membawa anak-anak menuju sekolah di berbagai penjuru dunia.

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai